Aku terpaku pada sebuah kalimat : “Wahai Ahlus Sunnah -semoga Allah merahmati kalian-, berlemahlembutlah! Karena kalian adalah kelompok manusia yang paling sedikit!” Dan tahukah kalian siapa yang mengucapkannya? Hasan Al Bashri! Seorang tabi’in dari generasi utama. (Maka bagaimana pula di zaman sekarang! -pent)

[Dr. Khalid Al Mushlih, dosen fiqh pada Universitas Al Qashim, Saudi Arabia]

Ibnu Katsir berkata : “Allah memberi karunia-Nya kepada ahli dzikir, lebih banyak dari yang ia beri kepada ahli do’a. Berdasarkan firmannya, ( فَـاذكرُوني أذكُركم) “Ingatlah Aku, maka Aku akan ingat kalian”. Mari menjadi ahli dzikir

[Dr. Abdul Muhsin Al Muthiri, Doktor dalam bidang tafsir, Fakultas Syari’ah Universitas Kuwait]

Kebenaran itu perlu : (1) dijelaskan dalil-dalilnya (2) teguh di atasnya (3) dijelaskan kepada orang yang masih ada syubhat dengan hikmah (4) orang yang membelanya saling tolong menolong (5) Jangan takut celaan kepada orang yang menyampaikannya, dan; (6) nasihat kepada orang yang memaksiatinya

~ @almonajjid
[Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid, pengasuh web IslamQA sekilas tentang beliau klik di sini]

Kunasihatkan kepada diriku, dan saudara-saudaraku yang kucintai, kita wajib mengetahui bahwa setiap kata yang kita ucapkan akan diperhitungkan. “Tidaklah seorang berkata, melainkan disisinya ada malaikat yg siap mencatat”. Hanya kepada Allah-lah kita mohon pertolongan

[Fahad Al Kundari, imam masjid besar negara Kuwait, dan insya Allah recital Al Qur’an beliau telah masyhur]

Sikap seorang mukmin terhadap amal baiknya : yafrah wala yaghtar, senang namun tidak membuatnya tertipu (dari rasa ujub, bangga misalnya -pent), adapun terhadap amal buruknya : yakhaf wa laa yaqnuth, takut akan adzab-Nya akan tetapi tidak berputus asa dari rahmat Allah, dengan senantiasa bertaubat kepada-Nya

[Dr. Shalih As Sulthan, Dosen Fakultas Syariah Universitas Al Qashim, Saudi Arabia]